Berita Terkini:
Pelatihan penggunaan NAR di Provinsi Bali (Denpasar, 5-8/9/2021) Dalam pelaksanaan pencatatan dan pelaporan COVID 19 Provinsi Bali menggunakan sistim yang dikenal dengan aplikasi SSO (Single Sign On). Sebelumnya telah direncanakan bahwa data yang ada dalam SSO tersebut dapat terhubung dengan aplikasi yang dikelola oleh Pusdatin Kemenkes yang dikenal dengan nama NAR (Nastional All Record) suatu pencatatan nasional yang pelaporannya berasal dari seluruh laboratorium pemeriksa dan fasilitas kesehatan pengambil kesehatan diseluruh Indonesia. Akan tetapi masih ada beberapa data yang belum sinkron antara SSO dan NAR. Untuk itu pada tanggal 5-8 September 2021 Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengirimkan 2 orang tim Manajemen data NAR untuk melakukan kegiatan pelatihan entri data yang dilaksanakan di Kota Denpasar Bali. Dua staf bagian  manajemen data NAR (Intan dan Daryanto) melakukan training selama 2 hari yang ditujukan bagi laboratorium pemeriksa dan faskes pengirim specimen. Materi pelatihan selain NAR juga disampaikan mengenai pelaksanaan pelaporan dengan menggunakan aplikasi NAR-antigen. Diharapkan setelah pertemuan ini, pencatatan dan pelaporan data COVID-19 di Provinsi Bali dapat sepenuhnya terintegrasi kedalam data COVID-19 Nasional (Tt) - Friday, 01 October 2021 14:26
Menyiapkan laboratorium yang memiliki kompetensi dalam pemeriksaan COVID-19 (Manado, 1/09/2021) Menyiapkan laboratorium yang memiliki kompetensi dalam pemeriksaan COVID-19 Dalam rangka menjaga kualitas pemeriksaan specimen COVID-19, sesuai dengan tupoksi Badan Litbangkes sebagai lab rujukan nasional maka pada tanggal 30 Agustus sd 1 September 2021 dilakukan visitasi dan assessment ke RS Bhayangkara Tk.III Manado. Dalam kegiatan tersebut beberap hal yang menjadi perhatian adalah desain dan alur kerja di laboratorium, good laboratory practice, SOP, SDM, fasilitas dan peralatan yang tersedia, penggunaan APD, penanganan limbah dan sistem pelaporan hasil NAR. Dalam kegiatan ini yang mewakili Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan adalah dr.Lisa Andriani, M.Biomed dan Agustiningsih, M.BiomedSc. Kedua staf peneliti tersebut bertugas untuk melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap temuan temuan dilapangan. Selanjutnya di dokumentasikan untuk  menjadi rekomendasi untuk perbaikan . Pembimbingan teknis juga dilakukan dilapangan apabila diperlukan  untuk diberikan baik bagi tenaga ATLM maupun manajemen data jika diperlukan. Arahan juga diberikan secara langsung kepada laboratorium tentang prosedur-prosedur standard mengenai pemeriksaan specimen COVID-19 dan hal hal terkait lainnya. Diharapkan dari hasil kegiatan ini validitas hasil pemeriksaan dapat lebih baik lagi. Sehingga hasil pemeriksaan laboratorium dapat dipertanggungjawabkan baik untuk pelaku perjalanan ataupun kegiatan yang di programkan pemerintah. (T) - Thursday, 30 September 2021 16:20
Laboratorium pemeriksa COVID-19 Kabupaten Biak Numfor Siap mensukseskan PON XX Papua (Biak Numfor, 20-26/09/2021) Laboratorium pemeriksa COVID-19 Kabupaten Biak Siap mensukseskan PON XX Papua Biak- Pelaksanaan PON ke 20 tahun 2021 yang berlangsung di Papua pada saat sekarang ini berpotensi menjadi kluster besar bagi penyebaran COVID 19 di Indonesia. Namun demikian perlehatan besar bidang olahraga ini tetap dilakukan sesuai jadwal. Diawali dengan kirap api PON yang apinya akan diambil di Maladuk, Klamono Kabupaten Sorong dan akan dibawa kebeberapa titik sampai dengan ke venue utama. Akan banyak tentunya titik perkumpulan masyarakat yang tentunya harus membuat kita lebih waspada dengan tetap menerapakan prokes yang ketat. Salah satu unsur penting dalam pencegahan penularan virus COVID-19 adalah laboratorium. Saat ini tercatat sebanyak 882 laboratorium (data September 28 ) yang tercatat masuk kedalam jejaring laboratorium pemeriksa COVID-19 nasional. Untuk provinsi Papua sendiri terdapat 15 laboratorium (11 dimiliki oleh pemerintah dan 4 oleh swasta) tentunya diharapkan dengan laboratorium yang ada dapat mendukung pelaksanaan PON terutama dalam rangka pencegahan penularan COVID-19. Sebagai salah satu langkah penguatan jejaring laboratorium pemeriksa COVID-19, pada tan