Berita Terkini:
Pelatihan penggunaan NAR di Provinsi Bali (Denpasar, 5-8/9/2021) Dalam pelaksanaan pencatatan dan pelaporan COVID 19 Provinsi Bali menggunakan sistim yang dikenal dengan aplikasi SSO (Single Sign On). Sebelumnya telah direncanakan bahwa data yang ada dalam SSO tersebut dapat terhubung dengan aplikasi yang dikelola oleh Pusdatin Kemenkes yang dikenal dengan nama NAR (Nastional All Record) suatu pencatatan nasional yang pelaporannya berasal dari seluruh laboratorium pemeriksa dan fasilitas kesehatan pengambil kesehatan diseluruh Indonesia. Akan tetapi masih ada beberapa data yang belum sinkron antara SSO dan NAR. Untuk itu pada tanggal 5-8 September 2021 Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengirimkan 2 orang tim Manajemen data NAR untuk melakukan kegiatan pelatihan entri data yang dilaksanakan di Kota Denpasar Bali. Dua staf bagian  manajemen data NAR (Intan dan Daryanto) melakukan training selama 2 hari yang ditujukan bagi laboratorium pemeriksa dan faskes pengirim specimen. Materi pelatihan selain NAR juga disampaikan mengenai pelaksanaan pelaporan dengan menggunakan aplikasi NAR-antigen. Diharapkan setelah pertemuan ini, pencatatan dan pelaporan data COVID-19 di Provinsi Bali dapat sepenuhnya terintegrasi kedalam data COVID-19 Nasional (Tt) - Friday, 01 October 2021 14:26
Menyiapkan laboratorium yang memiliki kompetensi dalam pemeriksaan COVID-19 (Manado, 1/09/2021) Menyiapkan laboratorium yang memiliki kompetensi dalam pemeriksaan COVID-19 Dalam rangka menjaga kualitas pemeriksaan specimen COVID-19, sesuai dengan tupoksi Badan Litbangkes sebagai lab rujukan nasional maka pada tanggal 30 Agustus sd 1 September 2021 dilakukan visitasi dan assessment ke RS Bhayangkara Tk.III Manado. Dalam kegiatan tersebut beberap hal yang menjadi perhatian adalah desain dan alur kerja di laboratorium, good laboratory practice, SOP, SDM, fasilitas dan peralatan yang tersedia, penggunaan APD, penanganan limbah dan sistem pelaporan hasil NAR. Dalam kegiatan ini yang mewakili Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan adalah dr.Lisa Andriani, M.Biomed dan Agustiningsih, M.BiomedSc. Kedua staf peneliti tersebut bertugas untuk melakukan pengamatan dan pencatatan terhadap temuan temuan dilapangan. Selanjutnya di dokumentasikan untuk  menjadi rekomendasi untuk perbaikan . Pembimbingan teknis juga dilakukan dilapangan apabila diperlukan  untuk diberikan baik bagi tenaga ATLM maupun manajemen data jika diperlukan. Arahan juga diberikan secara langsung kepada laboratorium tentang prosedur-prosedur standard mengenai pemeriksaan specimen COVID-19 dan hal hal terkait lainnya. Diharapkan dari hasil kegiatan ini validitas hasil pemeriksaan dapat lebih baik lagi. Sehingga hasil pemeriksaan laboratorium dapat dipertanggungjawabkan baik untuk pelaku perjalanan ataupun kegiatan yang di programkan pemerintah. (T) - Thursday, 30 September 2021 16:20
Laboratorium pemeriksa COVID-19 Kabupaten Biak Numfor Siap mensukseskan PON XX Papua (Biak Numfor, 20-26/09/2021) Laboratorium pemeriksa COVID-19 Kabupaten Biak Siap mensukseskan PON XX Papua Biak- Pelaksanaan PON ke 20 tahun 2021 yang berlangsung di Papua pada saat sekarang ini berpotensi menjadi kluster besar bagi penyebaran COVID 19 di Indonesia. Namun demikian perlehatan besar bidang olahraga ini tetap dilakukan sesuai jadwal. Diawali dengan kirap api PON yang apinya akan diambil di Maladuk, Klamono Kabupaten Sorong dan akan dibawa kebeberapa titik sampai dengan ke venue utama. Akan banyak tentunya titik perkumpulan masyarakat yang tentunya harus membuat kita lebih waspada dengan tetap menerapakan prokes yang ketat. Salah satu unsur penting dalam pencegahan penularan virus COVID-19 adalah laboratorium. Saat ini tercatat sebanyak 882 laboratorium (data September 28 ) yang tercatat masuk kedalam jejaring laboratorium pemeriksa COVID-19 nasional. Untuk provinsi Papua sendiri terdapat 15 laboratorium (11 dimiliki oleh pemerintah dan 4 oleh swasta) tentunya diharapkan dengan laboratorium yang ada dapat mendukung pelaksanaan PON terutama dalam rangka pencegahan penularan COVID-19. Sebagai salah satu langkah penguatan jejaring laboratorium pemeriksa COVID-19, pada tanggal 20-26 September Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengirimkan 2 orang staf (Holly Arif Wibowo dan Sugianto) untuk melakukan visitasi kebeberapa tempat di kota Biak, provinsi Papua. Tujuan pertama visitasi adalah RS. Angkatan Laut Dr.Gandhi, AT . Rumah sakit ini berada di komplek Lanal kota Biak, Karumkit  (Letkol Laut (K) dr. Sigit Wijanarko, Sp.PA, MTr.Opsia) kebetulan sedang tidak ada ditempat, tim diterima oleh dr.Basri Hadi (selaku Pjs Rumkit).  Selama kurang lebih 3 hari dilakukan pengamatan dan bimbingan teknis terutama dalam pemeriksaan specimen COVID-19 dengan metode NAAT (PCR). Kegiatan ini sangat diperlukan, terutama dalam memberikan standarisasi pemeriksaan, termasuk didalamnya penerapan biosafety dan biosecurity. Sehingga hasil pemeriksaan yang tepat, cepat dan akurat dapat diperoleh. Kunjungan selanjutnya adalah ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU)  Manuhua, tim bertemu dengan Karumkit Mayor (K) dr.Niko Febrian, Sp.PD. Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai beberapa hal tentang pemeriksaan spesimen COVID-19 dengan PCR yang selama ini dijalankan di RSAU.  Dua rumah sakit tersebut dibawah koordinasi Kementerian Pertahanan dan memiliki kesamaan dalam desain laboratorium (laboratorium kontainer). Selanjutnya adalah RSUD Kabupaten Biak, kegiatan asssessment juga dilakukan dan beberapa perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan pengerjaan spesimen COVID-19 sampai mendapatkan hasil akhir pemeriksaan yang sesuai dengan yang diinginkan (valid). Pada bulan September ini RSUD Kabupaten Biak juga mengikuti Pemantapan Uji Eksternal (PME) - uji profisiensi. Uji Profisinesi merupakan salah satu program untuk memastikan bahwa laboratorium tersebut melakukan pemeriksaan dengan hasil yang sesuai. Dilakukan selama 1 tahun sekali dan kegiatan ini bekerjasama dengan World Health Organization (WHO). Sampai saat jumlah laboratorium yang tergabung dengan jejaring lab pemeriksa Covid-19 terus bertambah. Meskipun jumlah kasus lambat laun melandai dan cenderung turun. Akan tetapi kita sebaiknya tetapi waspada berkaca seperti kasus sebelumnya akan kasus melonjak pada saat saat terjadi event besar (hari raya) dan hal ini yang dikhawatirkan terjadi pasca pelaksanaan PON XX di Papua dan tentunya kita akan lebih siap menghadapinya dengan kemampuan laboratorium pemeriksa yang lebih baik. (T)   Lettu Laut Kes. dr. Basri Hadi NST (Pjs Rumkital Dr.Gandhi AT) memperkenalkan fasilitas Laboratorium Kontainer PCR RSAL Dr. Gandhi, AT, Biak Numfor. Foto bersama Karumkit RSAU Manuhua (Mayor Kes. dr.Niko Febrian, Sp.D) bersama dengan tim asesor dan beberapastaf RSAU Manuhua yang turut serta mendampingi.    Bersama dr. Iras BP Rumbiak (Kepala Instalasi) diruang laboratorium PCR RSUD Biak    Penyampaian materi oleh Holy Arif Wibowo mengenai metode pemeriksaan spesimen COVID-19 dg PCR Laboratorium Kontainer PCR - RSAL dr.Gandhi, AT.       - Thursday, 30 September 2021 16:13
Pelatihan Penyegaran Pemeriksaan PCR COVID19 Bagi Petugas Laboratorium , 1-3 Maret 2021 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan) bersama dengan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Bapelkes Cikarang). Melaksanakan pemanggilan peserta pelatihan untuk laboratorium jejaring pemeriksa COVID-19 di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 1 - 3 Maret 2021 dan dilaksanakan secara daring (online). Pelatihan ini dilaksanakan berkaitan dengan pelaksanaan penguatan program tracing oleh Kementerian Kesehatan sehingga diperlukan SDM yang kompeten di laboratorium. Lebih dari 670 peserta terdaftar dalam pelatihan ini, masing masing laboratorium mengirimkan 1 (satu) orang sebagai perwakilan. Sebagai narasumber adalah peneliti dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Keseahtan (MB)  - Monday, 01 March 2021 13:01
Pendaftaran PME Lab Jejaring COVID-19, Agustus 2021 Daftar  - Thursday, 25 February 2021 18:58
Surveilans Akreditasi Laboratorium Farmasi ISO/IEC 17025:2017   Surveilans Akreditasi Laboratorium Farmasi ISO/IEC 17025:2017     Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan sebagai salah satu institusi litbang di Kemenkes berkomitmen akan selalu menjaga kualitas dan validitas hasil pengujian laboratorium. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong laboratorium yang melakukan fungsi pengujian untuk dapat menerapkan sistem mutu melalui implementasi ISO/IEC: 17025. Laboratorium Farmasi merupakan satu-satunya Laboratorium di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang sudah terakreditasi ISO/IEC: 17025sejak tahun 2014 serta sudah melaksanakan Reakreditasi pada tahun 2018.Dengan terakreditasi, laboratorium farmasi diharapkan akan melindungi masyarakat dalam penggunaan air bersih melalui pengujian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mendukung program Kemenkes dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.         Foto Bersama Assesor dengan Pejabat Struktural dan Staf Laboratorium Farmasi         Kegiatan surveilans oleh KAN pada tanggal 10-11 Oktober ini dimaksudkan untuk menilai kesesuaian penyelenggaran pengujian lab dengan standar ISO/IEC 17025:2017. Hingga tahun 2019 ini, parameter yang masuk dalam lingkup akreditasi yaitu pada pengujian fisika/kimia air, namun Laboratorium Farmasi berkomitmen akan meningkatkan lingkup pengujian terutama di bidang farmasi.       Pemeriksaan Teknis oleh Assesor    Keberadaan laboratorium farmasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi, sarana penunjang pelaksanaan penelitian dan pengembangan, serta capaian output kinerja dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Kami ucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Yeyet Cahyati yang telah bersedia hadir untuk membimbing kami dalam rangka transisi dari implementasi ISO 17025:2008 ke ISO 17025:2017, semoga teman-teman di laboratorium farmasi terus dapat belajar dan meningkatkan mutu laboratorium.     - Friday, 18 October 2019 10:06
Monitoring Progress Penelitian 2019, Konsorsium Penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin (DHA) Selenggarakan Rapat koordinasi, Depok, 7 – 9 Agustus 2019. Monitoring Progress Penelitian 2019, Konsorsium Penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin (DHA) Selenggarakan Rapat koordinasi, Depok, 7 – 9 Agustus 2019.   Kerjasama penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Malaria Dihidroartemisinin sudah menginjak tahun ke 6, penelitian yang dilakukan oleh Badan Litbangkes, LIPI, Kementerian Pertanian dan Indofarma ini dilaksanakan untuk mendukung kemandirian bahan baku obat dan produksi obat dalam negeri. Bertempat di Depok, Jawa Barat, 7 – 9 Agustus 2019, Konsorsium penelitian melaksanakan rapat koordinasi untuk saling memaparkan progress penelitian yang mereka lakukan sebagai bahan evaluasi dan perencanaan tahap penelitian selanjutnya.   Gambar 1. Anggota Tim Konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat DHA Dalam rapat koordinasi ini, LIPI melaporkan untuk proses ekstraksi artemisia annual L sudah established dengan ekstraktor kapasitor 50 L, sementara PT Indofarma juga menyampaikan progress penelitian dimana sudah melakukan reformulasi tablet dan sudah melakukan eji bio ekivalensi skala pilot dengan hasil tidak bio ekivalensi, namun tetap akan dilanjutkan ke uji bio ekivalensi full study dengan memperketat kriteria inklusi subyek. Gambar 2. Paparan Ketua Pelaksana Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Malaria DHA     Gambar 3. Anggota Konsorsium Penelitian saat menanggapi Paparan Progress Penelitian Rapat koordinasi ini juga membahas Penyelesaian Perjanjian dan Kerjasama, Bahan Penelitian, roadmap konsorsium 2020 – 2024, dan juga persiapan penyusunan Proposal penelitian tahun 2020. (MHP) - Thursday, 08 August 2019 11:50
Enam Karyawan Purna Tugas di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Sebuah kalimat pendek yang di tunggu dan di nanti oleh setiap orang yang mejalani sebuah ikatan dinas dengan Pemerintah atau Negara yaitu “Purna Tugas” . Bahasa halus dari kata ” Pensiun”. Dua kata yang. bisa berarti sama dan bisa berarti berbeda. Arti sama adalah selesai namun berarti berbeda adalah jika Pensiun terkesan selesai sudah semua tugas dan urusan. Namun jika Purna Tugas adalah selesai atau tuntas tugas di Instansi yang di ikuti namun tetap bisa mengabdi dengan tanpa ikatan contohnya seperti yang sekarang dilakukan oleh ibu Neneng yang masih ikut membantu kegiatan SGBI (Survey Gizi Balita Indonesia). Sebanyak 6 orang yang dilepas oleh Kapuslitbang Biomedis dan TDK untuk menjalani Purna Tugas yakni : Bapak John Master Saragih, Ibu Hasmerningsih (Neneng), Ibu Samini, Ibu Melatiwati, Ibu Roselinda dan Ibu Asri. Beliau adalah pegawai yang telah sukses dan tanpa cela mengabdi sampai batas kedinasan yang di tentukan . Ini adalah sebuah “Prestasi” dan “Kebangggaan” baik buat Keluarga, Instansi, dan rekan sejawat. - Monday, 06 May 2019 05:26
Rapat koordinasi konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin sebagai Obat Malaria Bogor, 27-29 Maret 2019 Rapat koordinasi konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin sebagai Obat Malaria,  Bogor, 27- 29 Maret 2019   Penelitian kemandirian bahan baku obat DHA sebagai obat malaria dengan Dra. Ani Isnawati, M.Kes sebagai koordinator penelitian, pada tahun 2019 ini memasuki tahap ke 6. Penelitian yang berbentuk konsorsium ini terdiri dari Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Badan Litbang Kesehatan) sebagai koordinator penelitian dan Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (Badan Litbang Kesehatan), Pusat Penelitian Kimia LIPI, Balai Besar Bioteknologi dan Genetika (Badan Litbang kementan), serta Indofarma sebagai anggota. Penelitian ini merupakan riset prioritas nasional guna mewujudkan percepatan pengembangan industri farmasi sebagai amanah Inpres No 6 Tahun 2016. Guna melakukan koordinasi dalam rangka persiapan penelitian tahun 2019, dilakukan rapat koordinasi pada tanggal 27-29 Maret 2019 di Bogor. Acara ini dipimpin oleh drg. Agus Suprapto, M.Kes sebagai Kepala Pusat Biomedis dan teknologi Dasar Kesehatan dan dihadiri dr. Dyah Armi Riana, MARS sebagai Kepala Bidang Teknologi Dasar Kesehatan, Ida Susanti, ST. M.Si sebagai Kepala Sub Bidang Instrumen dan Produk Diagnostik, Dr. Nelis Imanningsih, Ketua PPI serta narasumber dari Badan POM dan Ditjen Farmalkes Setiap anggota konsorsium melaporkan hasil penelitian tahun sebelumnya yaitu: Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan telah menghasilkan metode analisis pemeriksaan artemisinin yang valid. LIPI Kimia telah berhasil melakukan ekstraksi artemisinin dari tanaman Artemisia annua L dan derivatisasi dihidroartemisinin dari artemisinin. BB Biogen dari Badan Litbang Kementan telah berhasil menanam Artemisia annua L hasil rekayasa genetik dengan kadar 1-1,5%. Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (Badan Litbang Kesehatan) telah berhasil melakukan adaptasi lahan dengan ketinggian <1000 m dpl.   Paparan Laporan Hasil Penelitian oleh Anggota Konsorsium   Foto Bersama Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan   Pada tahun 2019 direncanakan akan dilakukan uji bioekivalensi tablet uji DHP generik dibandingkan dengan inovator. Diharapkan dengan adanya tablet generik produksi dalam negeri, akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat. Pertemuan ini ditutup oleh dr. Dyah Armi Riana, MARS dengan harapan konsorsium penelitian ini akan tetap solid dan kemandirian bahan baku Dihidroartemisinin akan segera terwujud.       - Friday, 05 April 2019 09:54
Workshop on Global and National AMR Surveilance in Indonesia, Surabaya, 26 – 29 Maret 2019 Workshop on Global and National AMR Surveilance in Indonesia, Surabaya, 26 – 29 Maret 2019   Resistensi Antimikroba sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, masalah ini muncul akibat penggunaan antimikroba yang tidak bijak yang mengakibatkan tidak efektifnya terapi antimikroba. Salah satu pengendalian resistensi anti mikroba adalah dengan strategi surveilans antimikroba. World Health Organization (WHO) menginisiasi Global Antimicrobial Surveillance Sistem (GLASS) yang meliputi surveilans data klinis, mikrobiologi dan epidemiologi, setiap negara diharapkan dapat menerapkan system surveillance ini.   Sejak Januari 2019, Indonesia telah berpartipasi dalam GLASS . GLASS sendiri bertujuan untuk menyajikan data dasar terkait Anti Microbial Resistance (AMR) yang terstandar, Valid dan dan dapat dibandingkan sehingga dapat dianalisis dan dibagikan antar negara peserta sebagai informasi untuk pembuat keputusan. tiga komponen penting dalam GLASS adalah , National Coordinating Center (NCC), National Referral Laboratory (NRL), Sentinel Site.   Data AMR di Indonesia masih tersebar di Rumah Sakit dan belum mencakup seluruh daerah di Indonesia, masih terdapat beberapa masalah dalam pengumpulan data AMR di Indonesia antara lain : Kesediaan untuk saling membagi data dan isolate, belum adanya sistem untuk menghubungkan instrument dengan WHO-NET atau perangkat lunak yang lain untuk AMR, belum tersedianya sistem Informasi Nasional yang terintegrasi untuk mengumpulkan data dari semua rumah sakit, kurangnya kemampuan untuk menganalisis data dan belum terintegrasinya sistem informasi   Untuk mengatasi kendala dan permasalahan tersebut, Kementerian Kesehatan melalui Badan Litbangkes dan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dan WHO menyelenggarakan Workshop dan pelatihan GLASS dengan melibatkan Rumah Sakit, Laboratorium Mikrobiologi dan pemangku kepentingan terkait termasuk dari sektor kesehatan hewan dan lingkungan.   Kepala Badan Litbangkes, Dr. Siswanto, MHP,DTM. membuka workshop on Global and National Surveillance in Indonesia   Pemaparan Laporan Kemajuan Pilot Project Global Surveilans E.Coli (Tricyle Project)   Peserta dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatann saat mengikuti Pelatihan   Workshop ini diselenggarakan selama 4 Hari dari tanggal 26 – 29 Maret 2019 di Surabaya, di buka oleh Kepala Badan Litbangkes, Dr. Siswanto, MHP, DTM. Dengan menghadirkan Nara Sumber antara lain dari WHO, FAO dan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan para Pakar. Dengan diselenggarakannya workshop ini diharapkan pelaksanaan Surveilans AMR di Indonesia dapat dilaksanakan sesuai dengan pedoman GLASS.   - Thursday, 04 April 2019 06:41
Kerjasama penelitian dengan CDC Atlanta, 24 Januari 2019 Puslitbang BTDK mendapatkan kunjungan perwakilan dari CDC Atlanta, Amerika untuk menjajagi kerjasama penelitian bidang parasitologi. Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa proposal yang nantinya akan diajukan sebagai bakal dari kerjasama penelitian yang akan dilakukan secara bersama sama antara CDC dan Puslitbang BTDK (Badan Litbangkes.) Akan ada pembagian tugas dalam penelitian tersebut, salah satunya adalah Puslitbang BTDK akan bertanggungjawab mengenai tata laksana pengumpulan data/spesimen di lapangan. - Wednesday, 30 January 2019 11:13
Pertemuan Bulanan Puslitbang BTDK, 15 Januari 2019     Rapat bulanan rutin Puslitbang Biomedis dan TDK dibulan Januari 2019 dibarengi dengan panandatangan kontrak kerja antara pejabat struktural eselon III dan IV dengan Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan.    Pada kesempatan tersebut Kapuslitbang BTDK membuka dialog dengan seluruh pegawai itu membahas segala hal yang perlu di diskusikan dan dicari jalan keluarnya secara bersama sama.    Acara ditutup dengan santap siang bersama seluruh karyawan PBTDK. (Red) - Wednesday, 30 January 2019 10:46
Dharmawanita Puslitbang BTDK: Berkreasi dengan scraf, 18 Januari 2019   Seni merangkai bunga adalah bidang seni yang menggunakan bunga untuk menciptakan komposisi yang menarik dan indah. Bukti seni merangkai bunga telah ditemukan sejak budaya Mesir Kuno. Perangkai bunga profesional akan merancang desain rangkaian bunga dengan menggabungkan berbagai elemen seperti garis, bentuk, ruang, tekstur, dan warna.    Pada tanggal 18 Januari bertempat di Aula PBTDK, Dharmawanita Balitbangkes mengadakan pelatihan merangkai bunga dengan menggunakan scraf. Dan hasil nya sebagai juara I dalam pelatihan merangkai hand bouquet ini adalah Fri handayani. (Red)   - Wednesday, 30 January 2019 10:42
Kesenian Hadrah merambah Puslitbang BTDK, 2 Januari 2018     Hadrah 23, merupakan kelompok kesenian musik yang dibentuk oleh pegawai Puslitbang BTDK pada bulan Januari ini, kegiatan latihan dilaksanakan tiap hari jumát selama 1,5 jam. dimulai pukul 7.30 hingga pukul 09.00. Anggota dari grup kesenian ini adalah pegawai di lingkungan Puslitbang BTDK. DIharapkan dengan adanya kesenian hadrah ini dapat mempererat tali silaturahmi dan melatih kekompakkan yang akan berdampak positif pada saat bekerja.  - Wednesday, 02 January 2019 11:23
Pre-Eliminary Training Pemeriksaan Laboratorium ELISA IgM Japanese Enchepalitis (JE) dan Dengue,16-19 Juli 2018 Pre-Eliminary Training Pemeriksaan Laboratorium ELISA IgM Japanese Enchepalitis (JE) dan Dengue Jakarta, 16 – 19 Juli 2018  Japanese ensefalitis (JE) adalah salah satu penyakit encephalitis yang disebabkan oleh infeksi virus JE (JEV). Mengingat bahaya dan fatalnya akibat yang dari infeksi ini maka Program (Subdit Arbovirosis Ditjen P2P) sudah melakukan Surveillans Japanese Enchepalitis berbasis laboratorium di Indonesia. Laboratorium Pusat penyakit Infeksi, Puslitbang Biomedis dan Tekdakes ditunjuk sebagai laboratorium rujukan pemeriksaan JE yang telah terakreditasi oleh WHO.    Dalam rangka pengembangan surveillans JE ini maka mulai tahun 2018, Laboratorium pemeriksaan JE diperbanyak agar dan daerah cakupan wliayah lebih luas serta hasil laboratorium menjadi lebih cepat. Seiring sejalan dengan hal tersebut maka pada tanggal 16-19 Juli 2018, perwakilan staff BBTKLPP Yogyakarta, BBTKLPP Banjarbaru; BBTKLPP Surabaya dan BTKLPP Manado melakukan inisiasi pelatihan awal (Pre-Eliminary Training) teknik pemeriksaan laboratorium JE dan Dengue. Adapun Total peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :   No. Nama Instansi 1 dr. Dwi Amalia, MPH BBTKLPP Yogyakarta 2 Indaryati, S.ST BBTKLPP Yogyakarta 3 dr. Novita S. Ngurawan BTKLPP Manado 4 dr. Budianna Tombi Langi BTKLPP Manado 5 dr. Zusi L Marpaung BTKLPP Manado 6 Dewi Hermawati, SKM BBTKLPP Banjarbaru 7 Riska Yunida, Amd.AK BBTKLPP Banjarbaru 8 Yeni Puji Lestari, S.Si, Mked.Trop BBTKLPP Surabaya   Pelaksanaan kegiatan bertempat di Laboratorium Virologi, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Materi yang diajarkan seputar teknik pemeriksaan ELISA IgM, Pemeliharaan Alat, Hands-On Praktek Pemeriksaan ELISA IgM JE dan IgM Dengue, serta Pencatatan dan Pelaporan hasil pemeriksaan Laboratorium.           - Monday, 16 July 2018 08:31

Youtube: Surveilans Genome

Who's online

We have 8 guests and no members online

Dua Jurnal Terakreditasi Kemenristek Dikti (Sinta 2)

Jurnal Biotek Medisiana Indonesia
Jurnal Kefarmasian Indonesia

 

Tugas pokok dan fungsi laboratorium Virologi adalah Mendukung pelaksanaan penelitian dan pengembangan yang dilakukan Badan Litbang Kesehatan, baik oleh Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan maupun Pusat lain, yang berbasis laboratorium khususnya di bidang Virologi baik konvensional maupun molekular. Melakukan investigasi berbasis laboratorium pada Kejadian Luar Biasa (KLB) berbagai penyakit yang diduga disebabkan oleh virus, seperti Polio, Campak, Flu Burung, East Middle Respiratory Sindrome Coronavirus (MERS-CoV), Hand Foot and Mouth Diseases (HFMD), Japanese Encephalitis (JE), Rabies, Dengue, Chikungunya dan Hepatitis A. Laboratorium ini sudah meraih akreditasi WHO untuk pemeriksaan polio, campak dan influenza.

Kegiatan:

  • Menyelenggarakan surveilans CBMS
  • Menyelenggarakan surveilans Polio
  • Menyelenggarakan pelatihan PCR untuk H5N1 dan H1N1pdm09 untuk teknisi laboratorium jejaring flu burung 
  • Menyelenggarakan uji mutu eksternal yang keempat untuk pemeriksaan PCR H5N1 dan H1N1pdm09 kepada anggota laboratorium jejaring flu burung.
  • Kasus dan pemeriksaan spesimen KLB flu burung (H5N1)
  • Investigasi kasus dan pemeriksaan spesimen KLB MERS-CoV
  • Memberikan pelatihan pengambilan dan penanganan spesimen berpotensi wabah
  • Menyelenggarakan pertemuan seminat Influenza
  • Menyelenggarakan pertemuan seminat HIV

Pemeriksaan yang dilakukan:

  • Pemeriksaan Kultur, Isolasi, Serologi, Biomolekular Influenza (seasonal dan H5N1).
  • Pemeriksaan Kultur, Isolasi, Serologi, Biomolekular Dengue.
  • Pemeriksaan Kultur, Isolasi, Serologi, Biomolekular Campak.
  • Pemeriksaan Kultur, Isolasi Polio.

 

Kemampuan Laboratorium:

No

Jenis Pemeriksaan/ Penyakit

Jenis specimen

Keterangan pemeriksaan

Jenis Virus

1.

PCR

Swab Tenggorok, swab hidung, swab lesi, swab dubur, bilasan endotracheal, cairan pleura , saliva, serum, feses

Deteksi antigen

Influenza, Rabies, Chikungunya, Dengue, Campak, Enterovirus, Rotavirus, Coronavirus, HIV

2.

Serologis (ELISA, HI)

Serum

Deteksi antibodi

Influenza, Campak, Rubella, Dengue, Chikungunya, JE, Hepatitis A dan E, HIV

3.

Kultur (BSL-2)

Swab, serum

Deteksi antigen

Influenza (H1N1pdm09, H3N2, Flu B), Dengue, Campak, Enterovirus (polio)

4.

Kultur (BSL-3)

Swab nasofaringeal, bilasan endotracheal, cairan pleura

Deteksi antigen

Influenza (H5N1)

5.

Sekuensing

 

Konfirmasi antigen

Influenza (H1N1pdm09, H3N2, H5N1), Dengue, Campak, Rotavirus, HIV

 Penelitian:

No

Judul Penelitian

Penanggung jawab penelitian

Sumber Dana

1.

 

Pretty Multihartina, PhD

Hibah Luar Negeri

2.

Karakterisasi virus seasonal Influeza

dr. Krisna Nur Andriana Pangesti, MS

DIPA 2013

3.

Surveilans ISPA Berat Indonesia (SIBI)

dr. Ni Ketut Susilarini, MS

DIPA 2013

4.

Karakterisasi molekuler H5N1

Hana Apsari Pawestri, MSc

Hibah Luar Negeri

5.

Karakterisasi antigenik H5N1

Nurika Hariastuti, MS

Hibah Luar Negeri

 

 

Pelatihan/Training:

No

Nama Pegawai

Jenis pelatihan yang pernah diikuti

dalam 3 tahun terakhir

1.

Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed

  1.  .   In house training of Microneutralization oleh Dr. Patric Reading (WHO  Melbourne), Jakarta (2013)

2.   Penanganan Tumpahan Bahan berbahaya dan Infeksius, Jakarta (2013 )

3.   Pelatihan Kedaruratan Kebakaran di Laboratorium, Jakarta (2013)

4.   In house training sequensing dan analisis hasil sekuens oleh Dr. Kageyama (WHO CC Japan), Jakarta (2012)

5.   BSL 3 Science and Safety  Training Course in Emory University, Atlanta USA (2011)

6.   Aerobiology- Principles and application, Biosafety in the Care and Use of Non Human Primates, Animal Facility Design-Biosafety issues and challanges Posed by different animal models. Practical Biosafety and Biosecurity. Asia- Pacific Biosafety Association (APBA), Singapura (2011)

2.

dr. Krisna NurAndriana P,MS

Aerobiology- Principles and application, Biosafety in the Care and Use of Non Human Primates, Animal Facility Design-Biosafety issues and challanges Posed by different animal models. Practical Biosafety and Biosecurity. Asia- Pacific Biosafety Association (APBA), Singapura (2011)

3.

dr. Ni Ketut Susilarini, MS

1.     Global Biorisk Management Curriculum Course (CBRMC)  for Management and Leadership, Bali (2013)

2.     Advanced Biosafety Officer Training (ABOT), Jakarta (2013)

3.     WHO Regional Workshop on Laboratory Diagnosis of Emerging Infectious Diseases, Pune - India (2012)

4.     Biosafety Implementation and Biorisk Analysis Workshop, Bangkok (2011)

5.     BSL 3 Science and Safety  Training Course in Emory University, Atlanta USA (2011)

4.

dr. Reni Herman, M.Biomed

1.     3rd Asia Pasific dengue workshop (laboratory surveillance), Singapore (2012)

5.

Hana Apsari Pawestri, MSc

1.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Semarang (2013)

2.     In house training sekuensing dan analisis hasil sekuens oleh Kageyama (WHO CC Japan), Jakarta (2012)

3.     Regional workshop of monitoring drug resistance of influenza viruses, Thailand (2010)

6.

dr. Mursinah

$11.     Training diagnosis Campak dengan PCR (2011)

7

dr. Herna

$11.     Poliovirus Diagnostics and Molecular Epidemiology Training Workshop. Bandung (2010)

$12.     WHO Laboratory Diagnostic for Vaccine Preventable Diseases  including polio and measles, Jepang (JICA) (2013)

8

Kartika Dewi Puspa, SSi, Apt

1.     Pelatihan P3K, Jakarta (2013)

2.     Pelatihan Biosafety dan Biosecurity, Jakarta (2013)

3.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Semarang (2013)

4.     Workshop on Avian Influenza PCR, WHO Indonesia Medan (2012)

5.     Workshop on Avian Influenza PCR, WHO Indonesia Makassar (2012)

9.

dr. Natalie Laurencia K

1.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium PCR Influenza, Makassar (2012)

2.     Biosafety and Biosecurity, Jakarta (2012)

10.

Subangkit, SSi., Mbiomed

1.     Penanganan Tumpahan Bahan berbahaya dan Infeksius, Jakarta (2013 )

2.     Pelatihan Biosafety dan Biosecurity, Jakarta (2013)

3.     Laboratory Techniques for Diagnosis and Monitoringof HIV Infection, Tokyo, Japan (2011)

11.

Nurika Hariastuti, MS

1.     In house training of Microneutralization oleh Dr. Patrick Reading (WHO CC Melbourne), Jakarta (2013)

2.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Surabaya (2013)

3.     Workshop on Avian Influenza PCR, WHO Indonesia Medan (2012)

4.     Influenza PCR Training, REDI – Singapura (2011)

5.     Early Infant Diagnosis of HIV, ICMR – Pune (2011)

12.

Agustiningsih, MSc.Biomed

1.     Genetic Analysis Summit, Life Technologies Asia Pasific, Bali (2013)

2.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Semarang (2013)

3.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Surabaya (2013)

13.

Kindi Adam, SSi, Mbiotech

1.     Training program: seminar on viral hepatitis – epidemiology, prevention and treatment, Jepang (JICA) (2013)

2.     Pelatihan Biosafety and Biosecurity, Jakarta (2012)

3.     Pelatihan Bioinformatika Dasar, Jakarta (2012)

4.     Pelatihan Dasar Imunologi, Jakarta (2012)

5.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium dengan Multiplex PCR, Jakarta (2012)

14.

Eka Pratiwi, S.Si

1.     In house training of Microneutralization oleh Dr. Patrick Reading (WHO CC Melbourne), Jakarta (2013) 

2.     Training workshop on Avian Influenza H7N9 Serological Diagnosis, Beijing-China (2013) 

15.

Hartanti Dian Ikawati, SSi

1.     Biosafety and Biosecurity, APBA-Singapura (2013)

2.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Surabaya (2013) 

3.     Pelatihan Kedaruratan Kebakaran di Laboratorium, Jakarta (2013) 

4.     Workshop on Avian Influenza PCR, WHO Indonesia Medan (2012) 

5.     Workshop on Avian Influenza PCR, WHO Indonesia Makassar (2012) 

16.

Triyani, SSi

$11.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Semarang (2013)

$12.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Surabaya (2013)

$13.      Isolation and Identification of Enterovirus 71, Malaysia (2012

$14.     Workshop on Avian Influenza PCR, WHO Indonesia Medan (2012)

$15.     Workshop on Avian Influenza PCR, WHO Indonesia Makassar (2012)

$16.     Pelatihan Kedaruratan Kebakaran di Laboratorium, Jakarta (2012)

17.

Nike Susanti, SSi

1.     Laboratory Diagnostic for Vaccine Preventable Disease Including Polio and Measles, Jepang (JICA) (2012)

18.

Asri Febriyani, SSi

1.     Pelatihan P3K, Jakarta (2013)

2.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Makassar (2012)

3.     WHO Inter-country Workshop on Good Laboratory Practices in Polio Diagnosis, Enterovirus Reserch Centre, Mumbai India (2011)

19.

Sumarno, AMAK

1.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Semarang (2013)

2.     Pelatihan Pemeriksaan Laboratorium Influenza, Surabaya (2013)

3.     Workshop on Avian Influenza PCR, WHO Indonesia Medan (2012)

4.     Workshop on Avian Influenza PCR, WHO Indonesia Makassar (2012)

5.     Pelatihan Kedaruratan Kebakaran di Laboratorium, Jakarta (2012)

19.

Arie Ardiansyah Nugraha, AMAK

1.     Infectious Substance Shipping Training and Biorisk Management, WHO, Maldives (2011)

2.     Biosafety and Biosecurity, Jakarta (2011)

3.     Pelatihan Pemeriksaan PCR Influenza, Jakarta (2011)

 

 

Sumber Daya:

No

Nama pegawai

Gol.

Pendi

dikan

Status

Kepakaran

Keahlian Utama

1.

Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed

III/c

S3

Peneliti

Biomedik

Influenza, Infeksi sal nafas

2.

dr. Ni Ketut Susilarini, MS

III/c

S2

Peneliti

Biomedik

Rabies, JE

3.

dr. Reni Herman, Mbiomed

III/b

S3

Peneliti

Biomedik

Dengue

4.

Hana Apsari Pawestri, MSc

III/b

S2

Peneliti

Biomedik

Influenza

5.

dr. Mursinah

III/b

S1

Peneliti

Biomedik

Campak, Rubella

6.

dr. Herna

III/b

S1

Peneliti

Biomedik

Polio, Enterovirus

7.

Kartika Dewi Puspa, SSi, Apt

III/b

S1

Calon Peneliti

Biomedik

Influenza, Rabies

8.

dr. Natalie LK.

III/b

S1

Calon Peneliti

Biomedik

HIV, TB

9.

Subangkit, SSi., M.Biomed

III/a

S2

Peneliti

Biomedik

Campak, Rotavirus

10.

Nurika Hariastuti, MS

III/a

S2

Peneliti

Biomedik

Influenza, HIV

11.

Agustiningsih, MSc. Biomed

III/a

S2

Calon Peneliti

Biomedik

Influenza, Dengue

12.

Kindi Adam, SSi, M.Biotech

III/a

S2

Peneliti

Biomedik

HIV,  Hepatitis

13.

Eka Pratiwi, SSi

III/a

S2

Peneliti

Biomedik

Influenza, Chikungunya

14.

Holy Arif Wibowo, SSi

III/a

S1

Peneliti

Biomedik

HIV

15.

Hartanti Dian Ikawati SSi

III/a

S1

Peneliti

Biomedik

Influenza, Dengue

16.

Ririn Ramadhany, SSi, MSc

III/a

S3

Calon Peneliti

Biomedik

Influenza

17.

Sumarno, AMAK

III/d

D3

Litkayasa

-

Influenza, Chikungunya, Dengue, HIV, Rotavirus (molekuler)

18.

Triyani, SSi

III/d

S1

Litkayasa

-

Influenza, Enterovirus, Rabies, Rotavirus, Coronavirus (molekuler)

19.

Ratumas Rosmawati, SKM

III/c

S1

Litkayasa

-

Campak, Rubella, Influenza, HIV (serologi)

20.

Sinta Purnamawati, SKM

III/b

S2

Litkayasa

-

Polio, Enterovirus lainnya

21.

Nike Susanti, SSi

III/a

S1

Litkayasa

-

Polio, Enterovirus lainnya

22.

Asri Febriyani, SSi

II/d

S1

Litkayasa

-

Polio, Enterovirus lainnya

23.

Arie Ardiansyah Nugraha, AMAK

II/d

D3

Calon Litkayasa

-

Influenza, HIV, Coronavirus, Rabies (molekuler)

24.

Wasiyo

III/d

SMA

Litkayasa

-

Polio

25.

M. Nurhadi, M.Biomed

-

S2

Honorer

-

 

26.

Suboko

-

D3

Honorer

-

 

27.

Suharyadi Eko

-

D3

Honorer

-

 

28.

Mansyur

-

SMA

Honorer

-

 

29.

Klino

-

SMA

Honorer

-

 

 

Dr. dr. Vivi Setiawaty, M. Biommed

 

InfoGrafis Covid-19

Foto Galeri : Kegiatan Covid-19

Materi Pelatihan, E-book, Profil, Panduan dll....

Tutorial All Record TC-19 (Video)

Tutorial All Record TC-19 (Pdf)