Rapat koordinasi konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin sebagai Obat Malaria, 

Bogor, 27- 29 Maret 2019

 

Penelitian kemandirian bahan baku obat DHA sebagai obat malaria dengan Dra. Ani Isnawati, M.Kes sebagai koordinator penelitian, pada tahun 2019 ini memasuki tahap ke 6. Penelitian yang berbentuk konsorsium ini terdiri dari Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Badan Litbang Kesehatan) sebagai koordinator penelitian dan Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (Badan Litbang Kesehatan), Pusat Penelitian Kimia LIPI, Balai Besar Bioteknologi dan Genetika (Badan Litbang kementan), serta Indofarma sebagai anggota.

Penelitian ini merupakan riset prioritas nasional guna mewujudkan percepatan pengembangan industri farmasi sebagai amanah Inpres No 6 Tahun 2016. Guna melakukan koordinasi dalam rangka persiapan penelitian tahun 2019, dilakukan rapat koordinasi pada tanggal 27-29 Maret 2019 di Bogor. Acara ini dipimpin oleh drg. Agus Suprapto, M.Kes sebagai Kepala Pusat Biomedis dan teknologi Dasar Kesehatan dan dihadiri dr. Dyah Armi Riana, MARS sebagai Kepala Bidang Teknologi Dasar Kesehatan, Ida Susanti, ST. M.Si sebagai Kepala Sub Bidang Instrumen dan Produk Diagnostik, Dr. Nelis Imanningsih, Ketua PPI serta narasumber dari Badan POM dan Ditjen Farmalkes

Setiap anggota konsorsium melaporkan hasil penelitian tahun sebelumnya yaitu: Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan telah menghasilkan metode analisis pemeriksaan artemisinin yang valid. LIPI Kimia telah berhasil melakukan ekstraksi artemisinin dari tanaman Artemisia annua L dan derivatisasi dihidroartemisinin dari artemisinin. BB Biogen dari Badan Litbang Kementan telah berhasil menanam Artemisia annua L hasil rekayasa genetik dengan kadar 1-1,5%. Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (Badan Litbang Kesehatan) telah berhasil melakukan adaptasi lahan dengan ketinggian <1000 m dpl.

 

WEB2

Paparan Laporan Hasil Penelitian oleh Anggota Konsorsium

 

WEB1

Foto Bersama Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

 

Pada tahun 2019 direncanakan akan dilakukan uji bioekivalensi tablet uji DHP generik dibandingkan dengan inovator. Diharapkan dengan adanya tablet generik produksi dalam negeri, akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat. Pertemuan ini ditutup oleh dr. Dyah Armi Riana, MARS dengan harapan konsorsium penelitian ini akan tetap solid dan kemandirian bahan baku Dihidroartemisinin akan segera terwujud.