Berita Terkini:
Pelatihan Penyegaran Pemeriksaan PCR COVID19 Bagi Petugas Laboratorium , 1-3 Maret 2021 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan) bersama dengan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Bapelkes Cikarang). Melaksanakan pemanggilan peserta pelatihan untuk laboratorium jejaring pemeriksa COVID-19 di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 1 - 3 Maret 2021 dan dilaksanakan secara daring (online). Pelatihan ini dilaksanakan berkaitan dengan pelaksanaan penguatan program tracing oleh Kementerian Kesehatan sehingga diperlukan SDM yang kompeten di laboratorium. Lebih dari 670 peserta terdaftar dalam pelatihan ini, masing masing laboratorium mengirimkan 1 (satu) orang sebagai perwakilan. Sebagai narasumber adalah peneliti dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Keseahtan (MB)  - Monday, 01 March 2021 13:01
Pendaftaran PME Lab Jejaring COVID-19, Agustus 2021 Daftar  - Thursday, 25 February 2021 18:58
Surveilans Akreditasi Laboratorium Farmasi ISO/IEC 17025:2017   Surveilans Akreditasi Laboratorium Farmasi ISO/IEC 17025:2017     Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan sebagai salah satu institusi litbang di Kemenkes berkomitmen akan selalu menjaga kualitas dan validitas hasil pengujian laboratorium. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong laboratorium yang melakukan fungsi pengujian untuk dapat menerapkan sistem mutu melalui implementasi ISO/IEC: 17025. Laboratorium Farmasi merupakan satu-satunya Laboratorium di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang sudah terakreditasi ISO/IEC: 17025sejak tahun 2014 serta sudah melaksanakan Reakreditasi pada tahun 2018.Dengan terakreditasi, laboratorium farmasi diharapkan akan melindungi masyarakat dalam penggunaan air bersih melalui pengujian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mendukung program Kemenkes dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.         Foto Bersama Assesor dengan Pejabat Struktural dan Staf Laboratorium Farmasi         Kegiatan surveilans oleh KAN pada tanggal 10-11 Oktober ini dimaksudkan untuk menilai kesesuaian penyelenggaran pengujian lab dengan standar ISO/IEC 17025:2017. Hingga tahun 2019 ini, parameter yang masuk dalam lingkup akreditasi yaitu pada pengujian fisika/kimia air, namun Laboratorium Farmasi berkomitmen akan meningkatkan lingkup pengujian terutama di bidang farmasi.       Pemeriksaan Teknis oleh Assesor    Keberadaan laboratorium farmasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi, sarana penunjang pelaksanaan penelitian dan pengembangan, serta capaian output kinerja dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Kami ucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Yeyet Cahyati yang telah bersedia hadir untuk membimbing kami dalam rangka transisi dari implementasi ISO 17025:2008 ke ISO 17025:2017, semoga teman-teman di laboratorium farmasi terus dapat belajar dan meningkatkan mutu laboratorium.     - Friday, 18 October 2019 10:06
Monitoring Progress Penelitian 2019, Konsorsium Penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin (DHA) Selenggarakan Rapat koordinasi, Depok, 7 – 9 Agustus 2019. Monitoring Progress Penelitian 2019, Konsorsium Penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin (DHA) Selenggarakan Rapat koordinasi, Depok, 7 – 9 Agustus 2019.   Kerjasama penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Malaria Dihidroartemisinin sudah menginjak tahun ke 6, penelitian yang dilakukan oleh Badan Litbangkes, LIPI, Kementerian Pertanian dan Indofarma ini dilaksanakan untuk mendukung kemandirian bahan baku obat dan produksi obat dalam negeri. Bertempat di Depok, Jawa Barat, 7 – 9 Agustus 2019, Konsorsium penelitian melaksanakan rapat koordinasi untuk saling memaparkan progress penelitian yang mereka lakukan sebagai bahan evaluasi dan perencanaan tahap penelitian selanjutnya.   Gambar 1. Anggota Tim Konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat DHA Dalam rapat koordinasi ini, LIPI melaporkan untuk proses ekstraksi artemisia annual L sudah established dengan ekstraktor kapasitor 50 L, sementara PT Indofarma juga menyampaikan progress penelitian dimana sudah melakukan reformulasi tablet dan sudah melakukan eji bio ekivalensi skala pilot dengan hasil tidak bio ekivalensi, namun tetap akan dilanjutkan ke uji bio ekivalensi full study dengan memperketat kriteria inklusi subyek. Gambar 2. Paparan Ketua Pelaksana Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Malaria DHA     Gambar 3. Anggota Konsorsium Penelitian saat menanggapi Paparan Progress Penelitian Rapat koordinasi ini juga membahas Penyelesaian Perjanjian dan Kerjasama, Bahan Penelitian, roadmap konsorsium 2020 – 2024, dan juga persiapan penyusunan Proposal penelitian tahun 2020. (MHP) - Thursday, 08 August 2019 11:50
Enam Karyawan Purna Tugas di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Sebuah kalimat pendek yang di tunggu dan di nanti oleh setiap orang yang mejalani sebuah ikatan dinas dengan Pemerintah atau Negara yaitu “Purna Tugas” . Bahasa halus dari kata ” Pensiun”. Dua kata yang. bisa berarti sama dan bisa berarti berbeda. Arti sama adalah selesai namun berarti berbeda adalah jika Pensiun terkesan selesai sudah semua tugas dan urusan. Namun jika Purna Tugas adalah selesai atau tuntas tugas di Instansi yang di ikuti namun tetap bisa mengabdi dengan tanpa ikatan contohnya seperti yang sekarang dilakukan oleh ibu Neneng yang masih ikut membantu kegiatan SGBI (Survey Gizi Balita Indonesia). Sebanyak 6 orang yang dilepas oleh Kapuslitbang Biomedis dan TDK untuk menjalani Purna Tugas yakni : Bapak John Master Saragih, Ibu Hasmerningsih (Neneng), Ibu Samini, Ibu Melatiwati, Ibu Roselinda dan Ibu Asri. Beliau adalah pegawai yang telah sukses dan tanpa cela mengabdi sampai batas kedinasan yang di tentukan . Ini adalah sebuah “Prestasi” dan “Kebangggaan” baik buat Keluarga, Instansi, dan rekan sejawat. - Monday, 06 May 2019 05:26
Rapat koordinasi konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin sebagai Obat Malaria Bogor, 27-29 Maret 2019 Rapat koordinasi konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin sebagai Obat Malaria,  Bogor, 27- 29 Maret 2019   Penelitian kemandirian bahan baku obat DHA sebagai obat malaria dengan Dra. Ani Isnawati, M.Kes sebagai koordinator penelitian, pada tahun 2019 ini memasuki tahap ke 6. Penelitian yang berbentuk konsorsium ini terdiri dari Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Badan Litbang Kesehatan) sebagai koordinator penelitian dan Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (Badan Litbang Kesehatan), Pusat Penelitian Kimia LIPI, Balai Besar Bioteknologi dan Genetika (Badan Litbang kementan), serta Indofarma sebagai anggota. Penelitian ini merupakan riset prioritas nasional guna mewujudkan percepatan pengembangan industri farmasi sebagai amanah Inpres No 6 Tahun 2016. Guna melakukan koordinasi dalam rangka persiapan penelitian tahun 2019, dilakukan rapat koordinasi pada tanggal 27-29 Maret 2019 di Bogor. Acara ini dipimpin oleh drg. Agus Suprapto, M.Kes sebagai Kepala Pusat Biomedis dan teknologi Dasar Kesehatan dan dihadiri dr. Dyah Armi Riana, MARS sebagai Kepala Bidang Teknologi Dasar Kesehatan, Ida Susanti, ST. M.Si sebagai Kepala Sub Bidang Instrumen dan Produk Diagnostik, Dr. Nelis Imanningsih, Ketua PPI serta narasumber dari Badan POM dan Ditjen Farmalkes Setiap anggota konsorsium melaporkan hasil penelitian tahun sebelumnya yaitu: Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan telah menghasilkan metode analisis pemeriksaan artemisinin yang valid. LIPI Kimia telah berhasil melakukan ekstraksi artemisinin dari tanaman Artemisia annua L dan derivatisasi dihidroartemisinin dari artemisinin. BB Biogen dari Badan Litbang Kementan telah berhasil menanam Artemisia annua L hasil rekayasa genetik dengan kadar 1-1,5%. Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (Badan Litbang Kesehatan) telah berhasil melakukan adaptasi lahan dengan ketinggian <1000 m dpl.   Paparan Laporan Hasil Penelitian oleh Anggota Konsorsium   Foto Bersama Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan   Pada tahun 2019 direncanakan akan dilakukan uji bioekivalensi tablet uji DHP generik dibandingkan dengan inovator. Diharapkan dengan adanya tablet generik produksi dalam negeri, akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat. Pertemuan ini ditutup oleh dr. Dyah Armi Riana, MARS dengan harapan konsorsium penelitian ini akan tetap solid dan kemandirian bahan baku Dihidroartemisinin akan segera terwujud.       - Friday, 05 April 2019 09:54
Workshop on Global and National AMR Surveilance in Indonesia, Surabaya, 26 – 29 Maret 2019 Workshop on Global and National AMR Surveilance in Indonesia, Surabaya, 26 – 29 Maret 2019   Resistensi Antimikroba sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, masalah ini muncul akibat penggunaan antimikroba yang tidak bijak yang mengakibatkan tidak efektifnya terapi antimikroba. Salah satu pengendalian resistensi anti mikroba adalah dengan strategi surveilans antimikroba. World Health Organization (WHO) menginisiasi Global Antimicrobial Surveillance Sistem (GLASS) yang meliputi surveilans data klinis, mikrobiologi dan epidemiologi, setiap negara diharapkan dapat menerapkan system surveillance ini.   Sejak Januari 2019, Indonesia telah berpartipasi dalam GLASS . GLASS sendiri bertujuan untuk menyajikan data dasar terkait Anti Microbial Resistance (AMR) yang terstandar, Valid dan dan dapat dibandingkan sehingga dapat dianalisis dan dibagikan antar negara peserta sebagai informasi untuk pembuat keputusan. tiga komponen penting dalam GLASS adalah , National Coordinating Center (NCC), National Referral Laboratory (NRL), Sentinel Site.   Data AMR di Indonesia masih tersebar di Rumah Sakit dan belum mencakup seluruh daerah di Indonesia, masih terdapat beberapa masalah dalam pengumpulan data AMR di Indonesia antara lain : Kesediaan untuk saling membagi data dan isolate, belum adanya sistem untuk menghubungkan instrument dengan WHO-NET atau perangkat lunak yang lain untuk AMR, belum tersedianya sistem Informasi Nasional yang terintegrasi untuk mengumpulkan data dari semua rumah sakit, kurangnya kemampuan untuk menganalisis data dan belum terintegrasinya sistem informasi   Untuk mengatasi kendala dan permasalahan tersebut, Kementerian Kesehatan melalui Badan Litbangkes dan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dan WHO menyelenggarakan Workshop dan pelatihan GLASS dengan melibatkan Rumah Sakit, Laboratorium Mikrobiologi dan pemangku kepentingan terkait termasuk dari sektor kesehatan hewan dan lingkungan.   Kepala Badan Litbangkes, Dr. Siswanto, MHP,DTM. membuka workshop on Global and National Surveillance in Indonesia   Pemaparan Laporan Kemajuan Pilot Project Global Surveilans E.Coli (Tricyle Project)   Peserta dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatann saat mengikuti Pelatihan   Workshop ini diselenggarakan selama 4 Hari dari tanggal 26 – 29 Maret 2019 di Surabaya, di buka oleh Kepala Badan Litbangkes, Dr. Siswanto, MHP, DTM. Dengan menghadirkan Nara Sumber antara lain dari WHO, FAO dan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan para Pakar. Dengan diselenggarakannya workshop ini diharapkan pelaksanaan Surveilans AMR di Indonesia dapat dilaksanakan sesuai dengan pedoman GLASS.   - Thursday, 04 April 2019 06:41
Kerjasama penelitian dengan CDC Atlanta, 24 Januari 2019 Puslitbang BTDK mendapatkan kunjungan perwakilan dari CDC Atlanta, Amerika untuk menjajagi kerjasama penelitian bidang parasitologi. Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa proposal yang nantinya akan diajukan sebagai bakal dari kerjasama penelitian yang akan dilakukan secara bersama sama antara CDC dan Puslitbang BTDK (Badan Litbangkes.) Akan ada pembagian tugas dalam penelitian tersebut, salah satunya adalah Puslitbang BTDK akan bertanggungjawab mengenai tata laksana pengumpulan data/spesimen di lapangan. - Wednesday, 30 January 2019 11:13
Pertemuan Bulanan Puslitbang BTDK, 15 Januari 2019     Rapat bulanan rutin Puslitbang Biomedis dan TDK dibulan Januari 2019 dibarengi dengan panandatangan kontrak kerja antara pejabat struktural eselon III dan IV dengan Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan.    Pada kesempatan tersebut Kapuslitbang BTDK membuka dialog dengan seluruh pegawai itu membahas segala hal yang perlu di diskusikan dan dicari jalan keluarnya secara bersama sama.    Acara ditutup dengan santap siang bersama seluruh karyawan PBTDK. (Red) - Wednesday, 30 January 2019 10:46
Dharmawanita Puslitbang BTDK: Berkreasi dengan scraf, 18 Januari 2019   Seni merangkai bunga adalah bidang seni yang menggunakan bunga untuk menciptakan komposisi yang menarik dan indah. Bukti seni merangkai bunga telah ditemukan sejak budaya Mesir Kuno. Perangkai bunga profesional akan merancang desain rangkaian bunga dengan menggabungkan berbagai elemen seperti garis, bentuk, ruang, tekstur, dan warna.    Pada tanggal 18 Januari bertempat di Aula PBTDK, Dharmawanita Balitbangkes mengadakan pelatihan merangkai bunga dengan menggunakan scraf. Dan hasil nya sebagai juara I dalam pelatihan merangkai hand bouquet ini adalah Fri handayani. (Red)   - Wednesday, 30 January 2019 10:42
Kesenian Hadrah merambah Puslitbang BTDK, 2 Januari 2018     Hadrah 23, merupakan kelompok kesenian musik yang dibentuk oleh pegawai Puslitbang BTDK pada bulan Januari ini, kegiatan latihan dilaksanakan tiap hari jumát selama 1,5 jam. dimulai pukul 7.30 hingga pukul 09.00. Anggota dari grup kesenian ini adalah pegawai di lingkungan Puslitbang BTDK. DIharapkan dengan adanya kesenian hadrah ini dapat mempererat tali silaturahmi dan melatih kekompakkan yang akan berdampak positif pada saat bekerja.  - Wednesday, 02 January 2019 11:23
Pre-Eliminary Training Pemeriksaan Laboratorium ELISA IgM Japanese Enchepalitis (JE) dan Dengue,16-19 Juli 2018 Pre-Eliminary Training Pemeriksaan Laboratorium ELISA IgM Japanese Enchepalitis (JE) dan Dengue Jakarta, 16 – 19 Juli 2018  Japanese ensefalitis (JE) adalah salah satu penyakit encephalitis yang disebabkan oleh infeksi virus JE (JEV). Mengingat bahaya dan fatalnya akibat yang dari infeksi ini maka Program (Subdit Arbovirosis Ditjen P2P) sudah melakukan Surveillans Japanese Enchepalitis berbasis laboratorium di Indonesia. Laboratorium Pusat penyakit Infeksi, Puslitbang Biomedis dan Tekdakes ditunjuk sebagai laboratorium rujukan pemeriksaan JE yang telah terakreditasi oleh WHO.    Dalam rangka pengembangan surveillans JE ini maka mulai tahun 2018, Laboratorium pemeriksaan JE diperbanyak agar dan daerah cakupan wliayah lebih luas serta hasil laboratorium menjadi lebih cepat. Seiring sejalan dengan hal tersebut maka pada tanggal 16-19 Juli 2018, perwakilan staff BBTKLPP Yogyakarta, BBTKLPP Banjarbaru; BBTKLPP Surabaya dan BTKLPP Manado melakukan inisiasi pelatihan awal (Pre-Eliminary Training) teknik pemeriksaan laboratorium JE dan Dengue. Adapun Total peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut :   No. Nama Instansi 1 dr. Dwi Amalia, MPH BBTKLPP Yogyakarta 2 Indaryati, S.ST BBTKLPP Yogyakarta 3 dr. Novita S. Ngurawan BTKLPP Manado 4 dr. Budianna Tombi Langi BTKLPP Manado 5 dr. Zusi L Marpaung BTKLPP Manado 6 Dewi Hermawati, SKM BBTKLPP Banjarbaru 7 Riska Yunida, Amd.AK BBTKLPP Banjarbaru 8 Yeni Puji Lestari, S.Si, Mked.Trop BBTKLPP Surabaya   Pelaksanaan kegiatan bertempat di Laboratorium Virologi, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Materi yang diajarkan seputar teknik pemeriksaan ELISA IgM, Pemeliharaan Alat, Hands-On Praktek Pemeriksaan ELISA IgM JE dan IgM Dengue, serta Pencatatan dan Pelaporan hasil pemeriksaan Laboratorium.           - Monday, 16 July 2018 08:31
Pelatihan Next Generation Protein Purification and Analisys, Jakarta 30-31 Januari 2018 Protein adalah senyawa organik yang banyak dijumpai kalam semua makhluk hidup. Protein terdiri dari karbon, hydrogen dan nitrogen dan umumnya juga mengandung sulfur. Satu molekul protein terdiri dari rantai panjang polipeptida. Polipeptida ini berasal dari asam-asam amino yang salaing berikatan dengan urutan yang khas. Struktur protein juga menajdi sangat kompleks dan rumit. Perkembangan teknologi yang ada, saat ini dunia penelitian protein dan manufaktur telah berkembang ke arah tingkat yang lebih canggih, yang pada gilirannya juga dapat menghasilkan produk berbasis protein yang dapat dipercaya. Salah satu contoh yang mudah dikenali saat ini adalah teknik kromatografi canggih yang telah ditemukan untuk memenuhi tantangan pemurnian dan analisis protein.  Terkait hal tersebut, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mengirimkan beberapa peneliti-nya dalam seminar dan lokakarya selama 2 hari di Kampus Indonesia International Institute for lIfe Science (i3L) yang bekerja sama dengan GE Healthcare. Peneliti dimaksud adalah Ratih D, Lisa AL., Maratu S, Nike S, Herna H, Dwi F, Ariyani N dan Subangkit. Pada Lokakarya ini diperkenalkan beberapa teknik dan peralatan paling canggih dalam pemurnian protein dan analisis untuk mendapatkan hasil terbaik dari studi protein. Adapun yang menjadi pembicara sekaligus instruktur lokakarya ini adalah Matteo Morello, Ph.D dan Jonathan How, Ph.D. (Kit)     - Monday, 12 March 2018 14:18
Pelatihan Pendamping Biomedis dan Penanggungjawab Logistik,31 Jan - 2 Feb 2018   Sebanyak kurang lebih 150 peserta hadir di Hotel Arch Bogor untuk menghadiri pelatihan pendamping biomedis penanggungjawab logistik Riskesdas 2018 yang diselenggarakan selama 3 hari, sejak tgl 31 jan sampai dengan 2 feb 2018. Dalam kegiatan itu Kepala Badan Litbangkes berkenan hadir untuk memberikan arahan kepada para peserta pelatihan dan sekaligus membuka kegiatan. Dengan didampingi Kepala Puslitbang BTDK dan Kepala Puslitbang UKM. Dr. Drg Agus Suprapto. Kepala Badan menyampaikan arahan arahannya.   Dr. Siswanto menyampaikan bahwa Riskesdas 2018 adalah  satu.kesatuanSehingga tidak ada istilah Riskesdas Biomedis. Sekitar 250.000 rumah tangga akan diambil sampling darahanya yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Data Kesmas dan dan Biomedis yang dihasilkan dalam kegiatan Riskesdas ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam bidang kesehatan terutama dalam pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan di bidang kesehatan. (Red) - Tuesday, 30 January 2018 11:31
Penelitian Tahap I TKPI di lima kota (Bogor,Medan, Makassar, Bandung dan Surabaya, 23 Okt-1 November 2017 Penelitian Tahap I Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI)    Direktur Poltekes Dra. Ida Nurhayati, M.Kes (tengah) berkesempatan hadir untuk membuka kegiatan    (Medan/Okt) Pengembangan TKPI (Tabel Komposisi Pangan Indonesia) saat ini dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan bekerjasama dengan Poltekes Kemenkes  di 5 kota yang tersebar di 4 provinsi  (Sumut, Sulsel, Jatim dan Jabar). Salah satu tujuan Kegiatan ini adalah untuk memperbarui TKPI sebelumnya.  TKPI yang ada saat ini belum mencakup semua bahan makan yang dikonsumsi penduduk Indonesia dan hanya berisi informasi 20 jenis zat Gizi. Pada tahun 2014 dilakukan Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) yang hasilnya  menyatakan bahwa 75.32% jenis makanan yang dikonsumsi belum tercantum TKPI dan banyak jenis makanan yang belum  memiliki kandungan zat gizi lengkap.         Salah satu kegiatan (packing) yang dikerjakan Tim TKPI (Lok: Poltekkes Medan - Jur.Gizi)       Bogor, Medan, Makassar, Bandung dan Surabaya menjadi sasaran kegiatan pengembangan TKPI kali ini. Sampai berita ini ditulis kegiatan masih berlangsung hingga tanggal 1 November mendatang.  Sesuai rencana Tim akan melaksanakan kegiatannya Selama 6 hari (27 Oktober - 1 November) tim yang dibentuk mengumpulkan beberapa bahan makanan dan kemudian didistribusikan  kepada kelompok ibu rumah tangga untuk diolah, kemudian hasil dari olahan tersebut di kirimakan kembali ke laboratorium untuk diteliti lebih lanjut.          Tim TKPI Medan (Badan Litbangkes dan Poltekkes Medan (Jur.Gizi)   Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh data komposisi kandungan zat gizi, data bagian dapat dimakan (BDD) dari bahan makanan dan lebih lanjut informasi dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi  perumusan kebijakan kesehatan yang berkaitan dengan penentuan asupan dan konsumsi serta status gizi baik individu maupun populasi dan bagi sektor pertanian bisa dijakan sebagai dasar pembuatan kebijakan penelitian dibidang budidaya pertanian.       Ria Soekarno, SKM, MCN (Sekretaris Badan Litbangkes) berkesempatan   hadir mengunjungi tim peneliti di Poltekkes Medan (gizi) di Lubuk Pakam        Pasar Simpang Limun, Medan. salah satu tempat yang dijadikan sampling dalam peneltiian TKPI.             - Monday, 30 October 2017 10:29

Who's online

We have 7 guests and no members online

Informasi Berkala

2020

HAKI PBTDK

Pengembangan Metode Diagnostik Cepat Laboratorium untuk Identifikasi Penyebab Difteri

Peluang Generasi Bangsa "Anemia Baduta"

SOP Standard Operating Procedures Panduan Instruksi Kerja Identifikasi Molekuler Virus Influenza

Kendali difteri, kunci sukses Negeri. Kajian Penyakit Difteri di Lapangan

Primer Set Complete Coding of HA and NA Genes Influenza A/H3N2 Virus

Corynebacterium Diphtheriae Diagnosis Laboratorium Bakteriologi

 

 
 

2019

Global Antimicrobial Resistance Surv.System

SK Dirjen Yankes (Penetapan NRL)
Manual GLASS Ver.Inggris
Manual GLASS Ver Indonesia
Pedoman Entry Data
- Template Pelaporan 
- GLASS Workshop and Training
- Foto Kegiatan GLASS
-
 GLASS Website

Tricyle Project

- ESBL E.Coli Tricylce Projct
  in Indonesia

Materi Seminar/Pelatihan

Pelatihan Info Grafis hasil penelitian

Seminar Penyakit Tidak Menular

Seminar Sel Punca

Lokakarya Pengiriman Dangerous Good Melalui Udara

 

2020
Realisasi Anggaran sampai dengan Tri Wulan I

Rencana Kerja Tahunan 2020

Rencana Aksi Kegiatan 2020 - 2024

Capaian Realisasi Tahun 2020

Penetapan Kinerja 2020

Laporan Kinerja Tahun 2020

2019
Perjanjian Kinerja (2019)
Profil Puslitbang BTDK (2019)
Laporan Kinerja/LKj (2019)
Laporan Tahunan (2019)
Rekomendasi Kebijakan
 (2019)
Rencana Kerja Tahunan (RKT) (2019)

2018
Perjanjian Kinerja (2018)
Profil Puslitbang BTDK (2018)
Laporan Kinerja/LKj (2018)
Laporan Tahunan (2018)
Realisasi Anggaran TW I (2018)
Realisasi Anggaran TW I I (2018)
Realisasi Anggaran TW III  (2018)
Realisasi Anggaran TW IV( 2018)
  

 

 

Dua Jurnal Terakreditasi Kemenristek Dikti (Sinta 2)

Jurnal Biotek Medisiana Indonesia
Jurnal Kefarmasian Indonesia
1582427
Today
Yesterday
This Week
Total
899
845
2119
1582427

Kegiatan Berkaitan COVID-19

Penjemputan Anak Buah Kapal yang Terindikasi Terjangkit Covid-19

Workshop on Global and National AMR Surveilance in Indonesia, Surabaya, 26 – 29 Maret 2019

 

Resistensi Antimikroba sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, masalah ini muncul akibat penggunaan antimikroba yang tidak bijak yang mengakibatkan tidak efektifnya terapi antimikroba.

Salah satu pengendalian resistensi anti mikroba adalah dengan strategi surveilans antimikroba. World Health Organization (WHO) menginisiasi Global Antimicrobial Surveillance Sistem (GLASS) yang meliputi surveilans data klinis, mikrobiologi dan epidemiologi, setiap negara diharapkan dapat menerapkan system surveillance ini.

 

Sejak Januari 2019, Indonesia telah berpartipasi dalam GLASS . GLASS sendiri bertujuan untuk menyajikan data dasar terkait Anti Microbial Resistance (AMR) yang terstandar, Valid dan dan dapat dibandingkan sehingga dapat dianalisis dan dibagikan antar negara peserta sebagai informasi untuk pembuat keputusan. tiga komponen penting dalam GLASS adalah , National Coordinating Center (NCC), National Referral Laboratory (NRL), Sentinel Site.

 

Data AMR di Indonesia masih tersebar di Rumah Sakit dan belum mencakup seluruh daerah di Indonesia, masih terdapat beberapa masalah dalam pengumpulan data AMR di Indonesia antara lain : Kesediaan untuk saling membagi data dan isolate, belum adanya sistem untuk menghubungkan instrument dengan WHO-NET atau perangkat lunak yang lain untuk AMR, belum tersedianya sistem Informasi Nasional yang terintegrasi untuk mengumpulkan data dari semua rumah sakit, kurangnya kemampuan untuk menganalisis data dan belum terintegrasinya sistem informasi

 

Untuk mengatasi kendala dan permasalahan tersebut, Kementerian Kesehatan melalui Badan Litbangkes dan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dan WHO menyelenggarakan Workshop dan pelatihan GLASS dengan melibatkan Rumah Sakit, Laboratorium Mikrobiologi dan pemangku kepentingan terkait termasuk dari sektor kesehatan hewan dan lingkungan.

 

web3

Kepala Badan Litbangkes, Dr. Siswanto, MHP,DTM. membuka workshop on Global and National Surveillance in Indonesia

 

web5

Pemaparan Laporan Kemajuan Pilot Project Global Surveilans E.Coli (Tricyle Project)

 

web1

Peserta dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatann saat mengikuti Pelatihan

 

Workshop ini diselenggarakan selama 4 Hari dari tanggal 26 – 29 Maret 2019 di Surabaya, di buka oleh Kepala Badan Litbangkes, Dr. Siswanto, MHP, DTM. Dengan menghadirkan Nara Sumber antara lain dari WHO, FAO dan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan para Pakar.

Dengan diselenggarakannya workshop ini diharapkan pelaksanaan Surveilans AMR di Indonesia dapat dilaksanakan sesuai dengan pedoman GLASS.

 

InfoGrafis Covid-19

Foto Galeri : Kegiatan Covid-19

Materi Pelatihan, E-book, Profil, Panduan dll....

Tutorial All Record TC-19 (Video)

Tutorial All Record TC-19 (Pdf)