Berita Terkini:
Surveilans Akreditasi Laboratorium Farmasi ISO/IEC 17025:2017   Surveilans Akreditasi Laboratorium Farmasi ISO/IEC 17025:2017     Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan sebagai salah satu institusi litbang di Kemenkes berkomitmen akan selalu menjaga kualitas dan validitas hasil pengujian laboratorium. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong laboratorium yang melakukan fungsi pengujian untuk dapat menerapkan sistem mutu melalui implementasi ISO/IEC: 17025. Laboratorium Farmasi merupakan satu-satunya Laboratorium di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang sudah terakreditasi ISO/IEC: 17025sejak tahun 2014 serta sudah melaksanakan Reakreditasi pada tahun 2018.Dengan terakreditasi, laboratorium farmasi diharapkan akan melindungi masyarakat dalam penggunaan air bersih melalui pengujian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mendukung program Kemenkes dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.         Foto Bersama Assesor dengan Pejabat Struktural dan Staf Laboratorium Farmasi         Kegiatan surveilans oleh KAN pada tanggal 10-11 Oktober ini dimaksudkan untuk menilai kesesuaian penyelenggaran pengujian lab dengan standar ISO/IEC 17025:2017. Hingga tahun 2019 ini, parameter yang masuk dalam lingkup akreditasi yaitu pada pengujian fisika/kimia air, namun Laboratorium Farmasi berkomitmen akan meningkatkan lingkup pengujian terutama di bidang farmasi.       Pemeriksaan Teknis oleh Assesor    Keberadaan laboratorium farmasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi, sarana penunjang pelaksanaan penelitian dan pengembangan, serta capaian output kinerja dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan. Kami ucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Yeyet Cahyati yang telah bersedia hadir untuk membimbing kami dalam rangka transisi dari implementasi ISO 17025:2008 ke ISO 17025:2017, semoga teman-teman di laboratorium farmasi terus dapat belajar dan meningkatkan mutu laboratorium.     - Friday, 18 October 2019 10:06
Evaluasi Penggunaan Spesimen Surveilans Campak Rubella Untuk Surveilans Zika Dan Infeksi Arbovirus Lain di Indonesia, 12 September 2019   Kasus infeksi virus Zika (ZIKV) telah diidentifikasi di Afrika dan Asia sejak tahun 1950-an, dan wabah penyakit ZIKV pertama kali dikenali di kepulauan Pasifik pada tahun 2007 dan 2013. Wabah pada tahun 2015-2016 di Amerika semakin menunjukkan potensi epidemi ZIKV dengan kapasitas penyebaran global yang cepat dan dinyatakan sebagai penyebab cacat lahir, hasil kehamilan buruk lainnya, dan sindrom Guillain-Barré. Hingga saat ini, 86 negara dan wilayah telah melaporkan penularan ZIKV yang ditularkan oleh nyamuk, dan 35 telah mengkonfirmasi mikrosefali terkait Zika dan sindrom Zika kongenital. Saat ini masih terdapat tantangan dalam mendapatkan data zika khususnya dari pengumpulan data serosurvei. Untuk itu dilakukan penelitian Pilot Project Evaluasi Penggunaan Spesimen Surveilans Campak Rubella Untuk Surveilans Zika Dan Infeksi Arbovirus Lain di Indonesia sehingga untuk memberikan informasi epidemiologis dasar tentang penularan Zika dan arbovirus lainnya di Indonesia. Pilot Project ini melibatkan Laboratorium Rujukan Campak/Rubella lainnya di Indonesia yaitu BBLK Surabaya, BBLK Palembang, BLK Jogja dan PT. Biofarma.(/B)             - Friday, 13 September 2019 10:20
Monitoring Progress Penelitian 2019, Konsorsium Penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin (DHA) Selenggarakan Rapat koordinasi, Depok, 7 – 9 Agustus 2019. Monitoring Progress Penelitian 2019, Konsorsium Penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin (DHA) Selenggarakan Rapat koordinasi, Depok, 7 – 9 Agustus 2019.   Kerjasama penelitian kemandirian Bahan Baku Obat Malaria Dihidroartemisinin sudah menginjak tahun ke 6, penelitian yang dilakukan oleh Badan Litbangkes, LIPI, Kementerian Pertanian dan Indofarma ini dilaksanakan untuk mendukung kemandirian bahan baku obat dan produksi obat dalam negeri. Bertempat di Depok, Jawa Barat, 7 – 9 Agustus 2019, Konsorsium penelitian melaksanakan rapat koordinasi untuk saling memaparkan progress penelitian yang mereka lakukan sebagai bahan evaluasi dan perencanaan tahap penelitian selanjutnya.   Gambar 1. Anggota Tim Konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat DHA Dalam rapat koordinasi ini, LIPI melaporkan untuk proses ekstraksi artemisia annual L sudah established dengan ekstraktor kapasitor 50 L, sementara PT Indofarma juga menyampaikan progress penelitian dimana sudah melakukan reformulasi tablet dan sudah melakukan eji bio ekivalensi skala pilot dengan hasil tidak bio ekivalensi, namun tetap akan dilanjutkan ke uji bio ekivalensi full study dengan memperketat kriteria inklusi subyek. Gambar 2. Paparan Ketua Pelaksana Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Malaria DHA     Gambar 3. Anggota Konsorsium Penelitian saat menanggapi Paparan Progress Penelitian Rapat koordinasi ini juga membahas Penyelesaian Perjanjian dan Kerjasama, Bahan Penelitian, roadmap konsorsium 2020 – 2024, dan juga persiapan penyusunan Proposal penelitian tahun 2020. (MHP) - Thursday, 08 August 2019 11:50
Workshop Infografis Penelitian, 31 Juli -2 Agustus 2019 Menterjemahkan hasil penelitian kedalam gambar bukanlah hal yang mudah. Untuk itu Puslitbang Biomedis Dan Tekdaskesmenyelenggarakan workshop selama 3 hari dengan mengundang pakar Infografis dari Tempo dan Promkes. Dari Workshop ini dihasilkan lebih dari 20 buah produk infografis yang nantinya akan dihimpun dalam bentuk buku yang disertai dengan abstrak masing masing penelitian.     Herry Bagdja, SH, MSi (Ka.Bagian Tata Usaha) menutup kegiatan pelatihan Infografis       Pertemuan ini menitikberatkan pada praktek pembuatan infografis dan hanya sebagian teori.   - Thursday, 01 August 2019 11:27
Enam Karyawan Purna Tugas di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Sebuah kalimat pendek yang di tunggu dan di nanti oleh setiap orang yang mejalani sebuah ikatan dinas dengan Pemerintah atau Negara yaitu “Purna Tugas” . Bahasa halus dari kata ” Pensiun”. Dua kata yang. bisa berarti sama dan bisa berarti berbeda. Arti sama adalah selesai namun berarti berbeda adalah jika Pensiun terkesan selesai sudah semua tugas dan urusan. Namun jika Purna Tugas adalah selesai atau tuntas tugas di Instansi yang di ikuti namun tetap bisa mengabdi dengan tanpa ikatan contohnya seperti yang sekarang dilakukan oleh ibu Neneng yang masih ikut membantu kegiatan SGBI (Survey Gizi Balita Indonesia). Sebanyak 6 orang yang dilepas oleh Kapuslitbang Biomedis dan TDK untuk menjalani Purna Tugas yakni : Bapak John Master Saragih, Ibu Hasmerningsih (Neneng), Ibu Samini, Ibu Melatiwati, Ibu Roselinda dan Ibu Asri. Beliau adalah pegawai yang telah sukses dan tanpa cela mengabdi sampai batas kedinasan yang di tentukan . Ini adalah sebuah “Prestasi” dan “Kebangggaan” baik buat Keluarga, Instansi, dan rekan sejawat. - Monday, 06 May 2019 05:26
Rapat koordinasi konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin sebagai Obat Malaria Bogor, 27-29 Maret 2019 Rapat koordinasi konsorsium Penelitian Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin sebagai Obat Malaria,  Bogor, 27- 29 Maret 2019   Penelitian kemandirian bahan baku obat DHA sebagai obat malaria dengan Dra. Ani Isnawati, M.Kes sebagai koordinator penelitian, pada tahun 2019 ini memasuki tahap ke 6. Penelitian yang berbentuk konsorsium ini terdiri dari Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Badan Litbang Kesehatan) sebagai koordinator penelitian dan Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (Badan Litbang Kesehatan), Pusat Penelitian Kimia LIPI, Balai Besar Bioteknologi dan Genetika (Badan Litbang kementan), serta Indofarma sebagai anggota. Penelitian ini merupakan riset prioritas nasional guna mewujudkan percepatan pengembangan industri farmasi sebagai amanah Inpres No 6 Tahun 2016. Guna melakukan koordinasi dalam rangka persiapan penelitian tahun 2019, dilakukan rapat koordinasi pada tanggal 27-29 Maret 2019 di Bogor. Acara ini dipimpin oleh drg. Agus Suprapto, M.Kes sebagai Kepala Pusat Biomedis dan teknologi Dasar Kesehatan dan dihadiri dr. Dyah Armi Riana, MARS sebagai Kepala Bidang Teknologi Dasar Kesehatan, Ida Susanti, ST. M.Si sebagai Kepala Sub Bidang Instrumen dan Produk Diagnostik, Dr. Nelis Imanningsih, Ketua PPI serta narasumber dari Badan POM dan Ditjen Farmalkes Setiap anggota konsorsium melaporkan hasil penelitian tahun sebelumnya yaitu: Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan telah menghasilkan metode analisis pemeriksaan artemisinin yang valid. LIPI Kimia telah berhasil melakukan ekstraksi artemisinin dari tanaman Artemisia annua L dan derivatisasi dihidroartemisinin dari artemisinin. BB Biogen dari Badan Litbang Kementan telah berhasil menanam Artemisia annua L hasil rekayasa genetik dengan kadar 1-1,5%. Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (Badan Litbang Kesehatan) telah berhasil melakukan adaptasi lahan dengan ketinggian <1000 m dpl.   Paparan Laporan Hasil Penelitian oleh Anggota Konsorsium   Foto Bersama Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan   Pada tahun 2019 direncanakan akan dilakukan uji bioekivalensi tablet uji DHP generik dibandingkan dengan inovator. Diharapkan dengan adanya tablet generik produksi dalam negeri, akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat. Pertemuan ini ditutup oleh dr. Dyah Armi Riana, MARS dengan harapan konsorsium penelitian ini akan tetap solid dan kemandirian bahan baku Dihidroartemisinin akan segera terwujud.       - Friday, 05 April 2019 09:54
Workshop on Global and National AMR Surveilance in Indonesia, Surabaya, 26 – 29 Maret 2019 Workshop on Global and National AMR Surveilance in Indonesia, Surabaya, 26 – 29 Maret 2019   Resistensi Antimikroba sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia, masalah ini muncul akibat penggunaan antimikroba yang tidak bijak yang mengakibatkan tidak efektifnya terapi antimikroba. Salah satu pengendalian resistensi anti mikroba adalah dengan strategi surveilans antimikroba. World Health Organization (WHO) menginisiasi Global Antimicrobial Surveillance Sistem (GLASS) yang meliputi surveilans data klinis, mikrobiologi dan epidemiologi, setiap negara diharapkan dapat menerapkan system surveillance ini.   Sejak Januari 2019, Indonesia telah berpartipasi dalam GLASS . GLASS sendiri bertujuan untuk menyajikan data dasar terkait Anti Microbial Resistance (AMR) yang terstandar, Valid dan dan dapat dibandingkan sehingga dapat dianalisis dan dibagikan antar negara peserta sebagai informasi untuk pembuat keputusan. tiga komponen penting dalam GLASS adalah , National Coordinating Center (NCC), National Referral Laboratory (NRL), Sentinel Site.   Data AMR di Indonesia masih tersebar di Rumah Sakit dan belum mencakup seluruh daerah di Indonesia, masih terdapat beberapa masalah dalam pengumpulan data AMR di Indonesia antara lain : Kesediaan untuk saling membagi data dan isolate, belum adanya sistem untuk menghubungkan instrument dengan WHO-NET atau perangkat lunak yang lain untuk AMR, belum tersedianya sistem Informasi Nasional yang terintegrasi untuk mengumpulkan data dari semua rumah sakit, kurangnya kemampuan untuk menganalisis data dan belum terintegrasinya sistem informasi   Untuk mengatasi kendala dan permasalahan tersebut, Kementerian Kesehatan melalui Badan Litbangkes dan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dan WHO menyelenggarakan Workshop dan pelatihan GLASS dengan melibatkan Rumah Sakit, Laboratorium Mikrobiologi dan pemangku kepentingan terkait termasuk dari sektor kesehatan hewan dan lingkungan.   Kepala Badan Litbangkes, Dr. Siswanto, MHP,DTM. membuka workshop on Global and National Surveillance in Indonesia   Pemaparan Laporan Kemajuan Pilot Project Global Surveilans E.Coli (Tricyle Project)   Peserta dari Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatann saat mengikuti Pelatihan   Workshop ini diselenggarakan selama 4 Hari dari tanggal 26 – 29 Maret 2019 di Surabaya, di buka oleh Kepala Badan Litbangkes, Dr. Siswanto, MHP, DTM. Dengan menghadirkan Nara Sumber antara lain dari WHO, FAO dan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan para Pakar. Dengan diselenggarakannya workshop ini diharapkan pelaksanaan Surveilans AMR di Indonesia dapat dilaksanakan sesuai dengan pedoman GLASS.   - Thursday, 04 April 2019 06:41
Workshop on Global and National AMR Surveilance and GLASS Implementation in Indonesia, Surabaya 26-29 Maret 2019 Kepala Puslitbang BIomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (drg. Agus Supapto, M.Kes) sedangmemberikan sambutan pada kegiatan tersebut. - Monday, 25 March 2019 07:07
Wajah Baru Hadir di Badan Litbang kesehatan, 7 Februari 2019 Pelaksanaan program orientasi CPNS padainstansi pemerintah memiliki multi dimensimanfaat, baik bagi pegawai maupun organisasi.Program orientasi CPNS berbasis kompetensidapat dijadikan sebagai model dalam pengenalanCPNS di lingkungan kerja. Langkah awal untukmelaksanakan orientasi CPNS diperlukan desainorientasi yang dapat mengambarkan kegiatanorientasi, sehingga pelaksanaan orientasi dapatberjalan secara optimal. Sebagai bagian daripada pelaksanaan program orientasi berbasis kompetensi para CPNS di lingkungan Badan Litbangkes melakukan kunjungan ke Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan pada tanggal 7 Januari 2019. Kunjungan ini merupakan bagian daripada safari orientasi dilingkungan setiap satker Litbangkes. Para CPNS diterima oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Bapak R. Heryy Bagdja, SH, M.Si) dan Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian dan Umum (Ibu Asteria Unik Prawati, SKM, M.Kes) serta Koordinator Laboratorium (Bapak Drs. Bambang H.,M.Kes). Para CPNS diperkenalkan Profil Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar serta Fasilitas Laboratorium yang tersedia. (Foto/Berita/Subangkit)     Para CPNS sedang mendengarkan arahan dari oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian dan Umum serta Koordinator Laboratorium. - Wednesday, 20 March 2019 08:24
Kerjasama penelitian dengan CDC Atlanta, 24 Januari 2019 Puslitbang BTDK mendapatkan kunjungan perwakilan dari CDC Atlanta, Amerika untuk menjajagi kerjasama penelitian bidang parasitologi. Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa proposal yang nantinya akan diajukan sebagai bakal dari kerjasama penelitian yang akan dilakukan secara bersama sama antara CDC dan Puslitbang BTDK (Badan Litbangkes.) Akan ada pembagian tugas dalam penelitian tersebut, salah satunya adalah Puslitbang BTDK akan bertanggungjawab mengenai tata laksana pengumpulan data/spesimen di lapangan. - Wednesday, 30 January 2019 11:13
Pertemuan Bulanan Puslitbang BTDK, 15 Januari 2019     Rapat bulanan rutin Puslitbang Biomedis dan TDK dibulan Januari 2019 dibarengi dengan panandatangan kontrak kerja antara pejabat struktural eselon III dan IV dengan Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan.    Pada kesempatan tersebut Kapuslitbang BTDK membuka dialog dengan seluruh pegawai itu membahas segala hal yang perlu di diskusikan dan dicari jalan keluarnya secara bersama sama.    Acara ditutup dengan santap siang bersama seluruh karyawan PBTDK. (Red) - Wednesday, 30 January 2019 10:46
Dharmawanita Puslitbang BTDK: Berkreasi dengan scraf, 18 Januari 2019   Seni merangkai bunga adalah bidang seni yang menggunakan bunga untuk menciptakan komposisi yang menarik dan indah. Bukti seni merangkai bunga telah ditemukan sejak budaya Mesir Kuno. Perangkai bunga profesional akan merancang desain rangkaian bunga dengan menggabungkan berbagai elemen seperti garis, bentuk, ruang, tekstur, dan warna.    Pada tanggal 18 Januari bertempat di Aula PBTDK, Dharmawanita Balitbangkes mengadakan pelatihan merangkai bunga dengan menggunakan scraf. Dan hasil nya sebagai juara I dalam pelatihan merangkai hand bouquet ini adalah Fri handayani. (Red)   - Wednesday, 30 January 2019 10:42
Kerjasama Puslitbang BTDK dengan JICA, 24 Januari 2019   Bermula dari tanggal 12 Desember 2013 saat ditandatanganinya Grant Agreement atau perjanjian hibah antara JICA dengan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan RI.  Untuk alat-alat Laboratorium yang di Balai Litbangkes Aceh sudah dilakukan uji fungsi dan instalasi tanggal 23 Januari 2019 yang disaksikan oleh Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan.Dan direncanakan pada tanggal akhir januari atau Februari akan dilaksanakan serah terima antara pihak penyedia dari Jepang Sirius Corporation dengan Puslitbang BTDK yang akan dihadiri oleh pihak JICA dan satker –satker di lingkungan Kemenkes    drg. Agus Suprapto pada tanggal 24 Januari 2019 selaku Kepala Puslitbang BTDK melakukan kunjungan ke Balai Litbangkes Aceh dalam rangka menyaksikan serah terima alat laboratorium, yang didapatkan dari Japan International Cooperation Agency (JICA)  melalui mekanisme bentuk hibah antara pemerintah Jepang dan Indonesia (G to G).  - Wednesday, 30 January 2019 10:29
Pelantikan Pejabat Eselon IV, 11 Januari 2019     Pada awal tahun ini, Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan mempromosikan dua orang stafnya untuk menjadi pejabat struktural dan lainnya untuk dirotasi menduduki jabatan eselon IV. berikut adalah nama-nama tersebut : .dr. Nelly Puspandari, Sp.MK sebagai  Kepala Subbidang Biomedis Penyakit Menular, Bidang Biomedis, Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan;  Dr. drg. Masagus Zainuri M. Biomed Kepala Subbidang Biomedis Penyakit Tidak Menular, Bidang Biomedis, Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan;  Ida Susanti, ST, M.Biotec. Kepala Subbidang Instrumen dan Produk Diagnostik, Bidang Teknologi Dasar Kesehatan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan  Tati Febrianti, S.Si Peneliti Ahli Pertama pada Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Dwi Febriyana, S.Si Peneliti Ahli Pertama pada Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Red)   - Wednesday, 30 January 2019 10:13
Resensi Buku : Anemia Baduta, Januari 2019 Anemia Baduta, buku ini diperuntukkan bagi para peneliti, mahasiswa ataupun pemangku kebijakan dan pemerhati anak serta masyarakat untuk dapat mengenali lebih dini anemia pada anak Baduta. Buku ini membahas apa itu anemia, bagaimana anemia pada Baduta, gejala, identifikasi anemia dengan kekurangan besi atau anemia non kekurangan besi, pemeriksaan laboratorium yang sederhana, penyebab anemia, dampak anemia pada anak Baduta, serta bahan makanan sumber zat besi. Terdiri dari 7 bab dengan dimulai kata pengantar oleh penulis, Bab pertama pendahuluan yang yang menceritakan besar masalah anemia pada anak Baduta mengapa dan bagaimana anemia pada anak khususnya anak Baduta di Indonesia. Bab kedua menceritakan informasi mengenai patofisiologi anemia dan anemia defisiensi besi atau ADB, dan anemia non gizi besi serta keterkaitannya dengan malaria dan kecacingan. Bab ketiga terakit faktor teknis mengenai definisi, metode pengukuran, dan batas normal kejadian anemia sebagai masalah kesehatan masyarakat, sehingga dapat diaplikasikan dan dipahami oleh masyarakat atau tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas atau Polindes. Bab 4 menyoroti lebih mendalam mengenai epidemiologi dan dampak ADB pada anak Baduta dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Bab kelima membahas tentang pencegahan dan penanggulangan anemia jangka pendek, menengah, dan panjang. Bab keenam menyajikan pangan sumber zat besi yang diharapkan dapat membantu pembaca untuk mendapatkan informasi terkait konsumsi pangan kaya zat besi dan bab ketujuh Penutup. (Red) - Wednesday, 30 January 2019 05:20

Who's online

We have 9 guests and no members online

Dua Jurnal Terakreditasi Kemenristek Dikti (Sinta 2)

Jurnal Biotek Medisiana Indonesia
Jurnal Kefarmasian Indonesia
1397630
Today
Yesterday
This Week
Total
112
464
576
1397630

Kegiatan Berkaitan Covid-19

Pelatihan Virtual Management Data All Record Covid -19 dengan laboratorium, fasilitas kesehatan dan Dinas Kesehatan di beberapa provins di Indonesia yang di bagi dalam beberapa sesi dan berlangsung beberapa kali dalam tiap minggu
Penjemputan Anak Buah Kapal yang Terindikasi Terjangkit Covid-19
Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr.Muhadjir Effendy, MAP ke Lab.Penelitian Penyakit Infeksi Prof Dr Sri Oemijati
Pertemuan sosialisasi Prosedur Pemeriksaan COVID-19,

InfoGrafis Covid-19

Foto Galeri : Kegiatan Covid-19

Materi Pelatihan, E-book, Profil, Panduan dll....

Tutorial All Record TC-19 (Video)

Tutorial All Record TC-19 (Pdf)